Karakteristik Peserta Didik
Karakteristik Peserta Didik
Seorang guru dalam proses perencanaan pembelajaran perlu memahami tentang karakteristik dan kemampuan awal peserta didik.Analisis kemampuan awal peserta didik merupakan kegiatan mengidentifikasi peserta didik dari segi kebutuhan dan karakteristik untuk menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku atau tujuan dan materi. Karakteristik peserta didik didefinisikan sebagaiciri dari kualitas perorangan peserta didik yang ada pada umumnya meliputi antara lain kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, ketrampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama, serta kemampuan sosial (Atwi Suparman, 2001: 123).
Disamping pemahaman karakteristik umum diatas, terdapat juga karakteristik khusus yang disebut dengan non konvesional yang meliputi kelompok minoritas (suku), cacat, serta tingkat kedewasaan. Hal ini berpengaruh pada penggunaan bahasa, penghargaan atau pengakuan, perlakuan khusus, dan metode strategi dalam proses pengajaran.
Karakteristik peserta didik
Ada dua karakteristik kemampuan awal peserta didik yang perlu dipahami oleh guru yakni:
1) Latarbelakang akademik
a. Jumlah peserta didik
Guru perlu mengetahui beberapa jumlah peserta didik yang akan diajar untuk mengetahui apakah mengajar pada kelas kecil atau kelas besar. Pemahaman guru terhadap jumlah peserta didik akan mempengaruhi persiapan guru dalam menentukan materi, metode, media, waktu yang dibutuhkan, dan evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan. Untuk mengetahui jumlah peserta didik maka guru dapat berkoordinasi dengan bagian akademik.
b. Latar belakang peserta didik
Pemahaman guru terhadap latar belakang peserta didik seperti latar belakang keluarga, ekonomi, tingkat hobi dan lain sebagainya juga berpengaruh terhadap proses perumusan perencaan sistem pembelajaran. Untuk memperoleh data tentang latar belakang peserta didik dapat diperoleh melalui pengisian biodata oleh peserta didik.
c. Indeks prestasi
Indeks prestasi peserta didik juga menjadi penting untuk diketahui oleh guru, agar materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan:
x Dapat disesuaikan dengan tingkat prestasi yang mereka miliki.
x Bahkan peserta didik yang memiliki tingkat prestasi yang homogen dapat ditempatkan pada kelas yang sama.
x Guru juga bisa mempertimbangkan tingkat keluasaan dan kedalaman materi yang disampaikan dengan prestasi yang dimiliki peserta didik.
Untuk mengetahui indeks prestasi peserta didik dapat diperoleh melalui nilai raport sebelumnya atau seleksi kemampuan awal peserta didik yang diselenggarakan oleh lembaga.
d. Tingkat intelegensi
Memahami tingkat intelegensi peserta didik juga dapat mengukur dan memprediksi: Tingkat kemampuan mereka dalam menerima materi pelajaran.
x Mengukur tingkat kedalaman dan keluasan materi.
x Bahkan dengan memahami tingkat intelegensi peserta didik guru dapat menyusun materi, metode, media, serta tingkat kesulitan evaluasi terhadap tingkat intelegensi peserta didik.
Tingkat intelegensi peserta didik dapat diperoleh melalui tes intelegensi peserta didik atau tes potensi akademik.
e. Keterampilan membaca
Salah satu kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam belajar adalah ketrampilan membaca. Ketrampilan membaca adalah menyangkut tentang kemampuan peserta didik dalam menyimpulkan secara tepat dan akurat tentang bahan bacaan yang mereka baca. Untuk mengetahui tingkat ketrampilan membaca peserta didik dapat dilakukan melalui tes membaca dan menyimpulkan bahan bacaan dalam rentang waktu yang telah ditentukan.
f. Nilai ujian
Nilai ujian Juga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memahami karakteristik awal peserta didik. Untuk memperoleh nilai ujian peserta didik perlu dilakukan kemampuan awal peserta didik terhadap mata pelajaran yang diampu oleh guru yang bersangkutan.
g. Kebiasaan belajar/ gaya belajar
Aspek lain yang perlu diperhatikan oleh guru dalam proses pembelajaran adalah memahami gaya belajar peserta didik atau disebut juga dengan learning style. Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai oleh peserta didik. Dalam proses pembelajaran, banyak para peserta didik yang mengikuti belajar pada mata pelajaran tertentu, diajar dengan menggunakan strategi yang sama, akantetapi mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Perbedaan ini tidak hanya disebabkan oleh tingkat kecerdasan peserta didik yang berbeda-beda, akan tetapi ditentukan oleh cara belajar yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. Seorang peserta didik yang senang membaca, kurang terbiasa belajar dengan baik jika dia harus mendengarkan ceramah atau diskusi. Demikian juga, peserta didik yang senang bergerak atau melalui berdiskusi tidak akan belajar dengan baik jika dia harus mendengarkan ceramah dari para guru. Lebih lanjut, gaya belajar atau learning style sering diartikan sebagai karakteristik dan preferensi atau pilihan peserta didik mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsirkan, mengorganisir,merespon, dan memikirkan informasi tersebut (Hisyam Zaini, 2002: 45).
Keanekaragaman gaya belajar peserta didik perlu diketahui oleh para guru pada awal belajar. Sehingga guru memiliki dasar dalam menentukan pendekatan dan media pembelajaran sangat ditentukan oleh kesesuaian antara pendekatan pembelajaran berdasarkan tingkat perkembangan psikologis dengan gaya belajar yang disukai oleh para peserta didik. Adapun prinsip efektivitas pembelajaran adalah kesesuaian pendekatan mengajar seorang guru dengan gaya belajar peserta didik.
h. Minat belajar
Minat belajar juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam memahami karakteristik peserta didik. Hal ini dilakukan agar guru dapat memprediksi atau melihat tingkat antusias peserta didik terhadap pembelajaran yang disampaikan. Oleh sebab itu guru perlu melakukan wawancara atau pengisian angket, agar dapat merangkum seluruh penilaian yang mencerminkan tentang minat peserta didik terhadap mata pelajaran yang akan disampaikan.
i. Harapan atau keinginan peserta didik
Harapan atau keinginan peserta didik terhadap mata pelajaran yang akan diberikan juga bisa dijadikan sebagai patokan guru dalam memahami karakteristik peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan meminta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang harapan mereka terhadap mata pelajaran yang akan diberikan, suasana yang diinginkan, serta tujuan yang ingin diperoleh dari mata pelajaran yang disajikan.
j. Lapangan kerja yang diinginkan
Hal ini yang dapat dilakukan dengan pengisian angket. Sehingga berdasarkan informasi ini seorang guru dapat memberikan bimbingan dan motivasi terhadap peserta didik
Comments
Post a Comment