Evaluasi Pembelajaran

 Nama : Sepri Nanda

NIM : 11901090

Kelas : PAI 4G

Makul : Magang 1


A. Pengertian Evaluasi

Secara etimologi “ evaluasi” berasal dari bahasa Inggris yaitu evaluation dari akar

kata value yang berarti nilai atau harga. Nilai dalam bahasa Arab disebut al-qiamah atau

al- taqdir’ yang bermakna penilaian (evaluasi). Sedangkan secara harpiah, evaluasi

pendidikan dalam bahasa Arab sering disebut dengan

al-taqdiraltarbiyah yang diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan atau

penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan

.

Secara terminologi, beberapa ahli memberikan pendapat tentang pengertian

evaluasi diantaranya:

Edwind dalam Ramayulis mengatakan bahwa evaluasi mengandung pengertian

suatu tindakan atau proses dalam menentukan nilai sesuatu.Sedangkan M.Chabib

Thoha, mendefinisikan evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui

keadaan objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolok

ukur untuk memperoleh kesimpulan 

Pengertian evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk

menentukan nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang,

objek dan yang lainnya) berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian. Untuk

menentukan nilai sesuatu dengan cara membandingkan dengan kriteria, evaluator dapat

langsung membandingkan dengan kriteria umum, dapat pula melakukan pengukuran

terhadap sesuatu yang dievaluasi kemudian membandingkan dengan kriteria tertentu.

 Dalam pengertian lain antara evaluasi, pengukuran, dan penilaian merupakan

kegiatan yang bersifat hirarki. Artinya ketiga kegiatan tersebut dalam kaitannya dengan

proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan dalam pelaksanaannya

harus dilaksanakan secara berurutan. Dalam kaitan ini ada dua istilah yang hampir sama

tetapi sesungguhnya berbeda, yaitu penilaian dan pengukuran. Pengertian pengukuran

terarah kepada tindakan atau proses untuk menentukan kauntitas sesuatu, karena itu

biasanya diperlukan alat bantu. Sedangkan penilaian atau evaluasi terarah pada penentuan

kualitas atau nilai sesuatu.

 .

Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan

pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran

belajar dan pembelajaran. Sedangkan pengertian pengukuran dalam kegiatan pembelajaran

adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan pembelajaran dengan

ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif,

sementara pengertian penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses pembuatan

keputusan nilai keberhasilan belajar dan pembelajaran secara kualitatif

Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan

yang telah dicapai selama mengikuti pendidikan. Pada kondisi di mana peserta didik

mendapatkan nilai yang memuaskan, maka akan memberikan dampak berupa suatu stimulus, motivator agar peserta didik dapat lebih meningkatkan prestasi. Pada kondisi di

mana hasil yang dicapai tidak memuaskan. maka peserta didik akan berusaha memperbaiki 

kegiatan belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari 

guru/pengajar agar peserta didik tidak putus asa. 

Sedangkan evaluasi dalam pendidikan Islam adalah pengambilan sejumlah yang 

berkaitan dengan pendidikan Islam guna melihat sejauhmana keberhasilan pendidikan 

yang selaras dengan nilai-nilai Islam sebagai tujuan dari pendidikan itu sendiri. Lebih jauh 

Jalaludin mengatakan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam telah menggariskan tolok 

ukur yang serasi dengan tujuan pendidikannya. Baik tujuan jangka pendek yaitu 

membimbing manusia agar hidup selamat di dunia, maupun tujuan jangka panjang untuk 

kesejahteraan di akhirat nanti. Kedua tujuan tersebut menyatu dalam sikap dan tingkah 

laku yang mencerminkan akhlak yang mulia. Sebagai tolok ukur dan akhlak mulia ini 

dapat dilihat dari cerminan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. 

B. Tujuan, Fungsi, dan Manfaat Evaluasi

1. Tujuan Evaluasi

 Evaluasi adalah suatu kegiatan yang disengaja dan bertujuan. Kegiatan evaluasi

dilakukan dengan sadar oleh guru dengan tujuan untuk memperoleh kepastian mengenai

keberhasilan belajar peserta didik dan memberikan masukan kepada guru mengenai apa

yang dia lakukan dalam kegiatan pengajaran. Dengan kata lain, evaluasi yang dilakukan

oleh guru bertujuan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran yang disampaikan apakah

sudah dikuasi oleh peserta didik ataukah belum. Dan selain itu, apakah kegiatan pegajaran

yang dilaksanakannya itu sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum.

Menurut Sudirman N, dkk, bahwa tujuan penilaian dalam proses pembelajaran

adalah:

a. Mengambil keputusan tentang hasil belajar

b. Memahami peserta didik

c. Memperbaiki dan mengembangkan program pembelajaran.

17

Selanjutnya pengambilan keputusan tentang hasil belajar merupakan suatu

keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya peserta didik dalam

proses pembelajaran. Ketidakberhasilan proses pembelajaran itu disebabkan antara lain,

sebagai berikut:

a. Kemampuan peserta didik rendah.

b. Kualitas materi pembelajaran tidak sesuai dengan tingkat usia anak.

c. Jumlah bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang

diberikan.

d. Komponen proses pembelajaran yang kurang sesuai dengan tujuan yang telah

ditetapkan oleh guru itu sendiri.18

 Di samping itu, pengambilan keputusan juga sangat diperlukan untuk memahami

peserta didik dan mengetahui sampai sejauhmana dapat memberikan bantuan terhadap

kekurangan-kekurangan peserta didik. Evaluasi juga bermaksud meperbaiki dan

mengembangkan program pembelajaran.

Dengan demikian, tujuan evaluasi adalah untuk memperbaiki cara, pembelajaran,

mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi peserta didik, serta menempatkan peserta didik

pada situasi pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang

dimilikinya. Tujuan lainnya adalah untuk memperbaiki dan mendalami dan memperluas

pelajaran, dan yang terakhir adalah untuk memberitahukan atau melaporkan kepada para

orang tua/ wali peserta didik mengenai penentuan kenaikan kelas atau penentuan

kelulusan peserta didik.

2. Fungsi Evaluasi

Evaluasi yang sudah menjadi pokok dalam proses keberlangsungan. Pembelajaran

sebaiknya dikerjakan setiap hari dengan skema yang sistematis dan terencana. Guru dapat

melakukan evaluasi tersebut dengan menempatkannya satu kesatuan yang saling berkaitan

dengan mengimplementasikannya pada satuan materi pembelajaran. Bagian penting

lainnya yaitu bahwa guru perlu melibatkan peserta didik dalam evaluasi sehingga secara

sadar dapat mengenali perkembangan pencapaian hasil belajar pembelajaran mereka,

Sehingga salah satu komponen dalam pelaksanaan pendidikan. Evaluasi mempunyai

beberapa fungsi. Berdasarkan UU RI Sisdiknas No.20 Tahun 2003 pasal 58 ayat 1 bahwa

evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan untuk membantu proses, kemajun, dan

perkembangan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.19

Menurut M. Ngalim Purwanto bahwa kewajiban bagi setiap guru untuk

melaksanakan kegiatan evaluasi itu. Mengenai bagaimana dan sampai dimana penguasaan

dan kemampuan telah dicapai oleh peserta didik tentang materi dan ketrampilan-

ketrampilan mengenai mata pelajaran yang telah diberikannya.20

Dari pendapat tersebut di atas dapat dipahami bahwa evaluasi mutlak dilakukan dan

merupakan kewajiban bagi setiap guru dalam setiap saat melaksanakan kegiatan

pembelajaran. Disebut demikian, karena menjadi salah satu tugas pokok guru selain

mengajar, adalah melaksanakan kegiatan evaluasi. Evaluasi dan kegiatan mengajar

merupakan satu rangkaian yang sangat erat di mana antara keduanya tidak dapat

dipisahkan. Lebih dari itu juga adalah guru harus mengetahui tugas dan fungsi evaluasi itu

sendiri. Dikatakan demikian agar guru mudah menerapkannya untuk menilai kegiatan

pembelajaran pada rumusan tujuan yang telah ditetapkannya tercapai. Untuk hal tersebut,

berikut penulis juga mengemukakan beberapa pendapat para ahli, yaitu:

 Jahja Qohar, mengemukakan bahwa fungsi evaluasi dari sisi peserta didik

secara individual, dan dari segi program pengajaran meliputi antara lain:

a. Dilihat dari segi peserta didik secara individu, evaluasi berfungsi:

Mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dalam suatu proses pembelajaran

yaitu:

1) Menetapkan keefektifan pengajaran dan rencana kegiatan.

2) Memberi basis laporan kemajuan peserta didik

3) Menetapkan kelulusan

b. Dilihat dari segi program pengajaran, evaluasi berfungsi:

1) Memberi dasar pertimbangan kenaikan dan promosi peserta didik

2) Memberi dasar penyusunan dan penempatan kelompok peserta didik yang

homogen.

3) Diagnosis dan remedial pekerjaan peserta didik.

4) Memberi dasar pembimbingan dan penyuluhan.

5) Dasar pemberian angka dan rapor bagi kemajuan belajar peserta didik

6) Memberi motivasi belajar bagi peserta didik

7) Mengidentifikasi dan mengkaji kelainan peserta didik.

8) Menafsirkan kegiatan sekolah ke dalam masyarakat

9) Untuk mengadministrasi sekolah

10) Untuk mengembangkan kurikulum

11) Mempersiapkan penelitian pendidikan di sekolah.

Dengan demikian dapat di analisis bahwa tampaknya kegiatan tersebut untuk

memberikan masukan bagi peserta didik dan pihak sekolah dalam hal mengetahui tentang

perkembangan belajar dan perkembangan grafik belajar serta kelulusan peserta didiknya.

Semua informasi yang masuk pada pihak lembaga (sekolah) tempat peserta didik belajar

tersebut akan menjadi data yang akurat dalam melakukan evaluasi pada pengembangan

dan perbaikan sekolah. Lebih-lebih lagi pada bagaimana mengembangkan mutu atau

kualitas peserta didik.

 Sedangkan Nana Sudjana menjelaskan bahwa, evaluasi berfungsi sebagai berikut:

1) Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional khusus. Dengan fungsi ini

dapatlah diktahui bahwa tingkat penguasaan bahan pelajaran yang dikuasai oleh

peserta didik. Dengan kata lain, dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta didik

tesebut baik atau tidak baik.

2) Untuk mengetahui keafktifan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru.

Rendahnya capaian hasil belajar yang diperoleh peserta didik tidak semata-mata

disebabkan oleh ketidakmampuan peserta didik itu sendiri. Tetapi boleh jadi karena

guru yang kurang bagus dalam mengajar. Dengan penilaian yang dilakukan akan

dapat diketahui apakah hasil belajar itu karena kemampuan peserta didik atau juga

karena faktor guru, selain itu dengan penilaian tersebut dapat menilai guru itu

sendiri dan hasilnya dapat dijadikan sebagai bahan dalam memperbaiki tindakan

mengajar berikutnya.

3. Manfaat Evaluasi

Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam

pembelajaran, yaitu :

a. Memahami sesuatu : entry behavior, motivasi, dll, sarana dan prasarana, dan

kondisi peserta didik dan dosen

b. Membuat keputusan : kelanjutan program, penanganan “masalah”, dll

c. Meningkatkan kualitas PBM : komponen-komponen PBM

Sementara secara lebih khusus evaluasi akan memberi manfaat bagi pihak-pihak

yang terkait dengan pembelajaran, seperti peserta didik, guru, dan kepala sekolah. Bagi

Peserta didik, Mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran : Memuaskan atau tidak

memuaskan, Bagi Guru pertama, mendeteksi peserta didik yang telah dan belum

menguasai tujuan : melanjutkan, remedial atau pengayaan, kedua, ketepatan materi yang

diberikan : jenis, lingkup, tingkat kesulitan, dll. Ketiga, ketepatan metode yang digunakan

dan Bagi Sekolah pertama, hasil belajar cermin kualitas sekolah, kedua, membuat program

sekolah, ketiga, pemenuhan standar27

Dengan demikian dapatlah di fahami bahwa evaluasi sangat perlu/bermanfaat dan

merupakan syarat mutlak untuk perbaikan, agar mempunyai makna yang signifikan bagi

semua pihak. Jika di temukan hubungan antara hasil belajar dengan efektivitas metode mengajar terbukalah kemungkinan untuk mengadakan perbaikan. Sebelum kita 

mengevaluasi kemampuan metode baru pada sejumlah peserta didik, perlu kita pikirkan 

bahwa proses pembelajaran itu dinamis, senantiasa terjadi perubahan pada guru maupun 

murid dalam interaksi itu. Disamping hasil belajar seperti diharapkan oleh guru mungkin 

timbul pula hasil sampingan yang positif maupun negatif. misalnya, peserta didik 

menguasai bahan yang disajikan akan tetapi ia disamping itu merasa senang atau benci 

terhadap tindakan pribadi gurunya.




DAFTAR RUJUKAN

Abdorrakhman, Gintings. Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran: Buah Batu Bandung 

th 2008.

Al-Haj, Jahja Qohar, Evaluasi Pendidikan Agama Cet.I; Jakarta: Ciawi Jaya, 1985.

Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Cet. IV; Jakarta Bumi Aksarah, 

1999. 

Departemen Agama RI, Pedoman Sistem Penilaian Madrasah Aliyah. Jakarta Dirjen 

Binbaga Islam Proyek Madrasah Aliyah, 1988/1989.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,Cet. V: 

Jakarta 1976.

Dimyati dan Mujiono. Belajar dan Pembelajaran. Cet. III; Jakarta Cipta, 2006.

Djamarah, Syaiful Bahri. Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu 

Pendekatan Teoritis Psikologis Cet. II; Jakarta: PT Rineka Cipta, 2005.

E.N. Gronlund, Improving Marking and Reporting in Classroom Instruction, Macmillan 

Publishing Co, Inc.New Yok, Collier Macmillan Publishers, London, 1974.

Hergenhanhn, B. R. dan Matthew H. Olson, Theories of Learning (Teori Belajar) Edisi 

Ketujuh. Cet. 1. Jakarta: Kencana, 2008.

Hilgard dan Brower, Modern Philosophies of Education. Cet. I; New Delhi: Tata Graw-

Hill Publishing Company LTD, 1981.

http/www bloom et. All. com. Tanggal 12 Mei 2019.

J.B. Sykes (ed), The Concise 0xford Dictionary of Corred English (Oxford: Calredom 

Press; 1976.

Livingston, K. Condie R. Evaluation of the Assessment is for Learning Programe. Cet. I; 

Final Report. Glosgow University of Starthcyde, 2006.

Comments